Kartu pos buatan murid sekolah internasional

Alkisah, ada international market day di sekolah internasional Muscat, Oman, tempat keponakan menimba ilmu di mana murid-muridnya memang terdiri dari negara yang beragam, Asia, Timur Tengah, Eropa, yah sebut aja lah. Semua gambarnya dibuat oleh murid-murid terpilih (sayang sekali ga ada gambar ponakan) dan nama serta kelasnya pun disertakan dalam kartu posnya. Semua penjualan kalo gak salah buat disumbangkan CMIIW.

IMG_4528.JPG

IMG_4529.JPG

IMG_4527.JPG

IMG_4530.JPG

Dengan kaitkata

Kartu pos isi beras

IMG_3820.JPG

IMG_3821.JPG

Beli ini seharga kurang dari 500 yen di toko suvenir Kakunodate, prefektur Akita, Jepang. Akita adalah prefektur yang terkenal dengan penghasil beras (emang sih nasi di sana pulen bener) tapi gw tidak menyangka mereka juga membuat kartupos isi beras!

Menurut rumor yang beredar (kata teman gw yang menanyakan kata-kata keterangan di kartu pos itu pada supervisor yang orang Jepang) ini kartu tinggal digunting dan beras pub akan keluar. Gokil yeee! Bisa lah buat satu porsi ngemil sepertinya.

Dodolnya adalah gw menyangka gerindilan itu adalah semacam spons yang melindungi banyak kartu pos di dalamnya dari lecek-lecek. Yap, gw pikir itu adalah satu paket kartu pos karena bentuknya yang tebal. Isi sepuluh atau dua belas bisa kali. Pas udah capek-capek beli prangko di Lawson pake bahasa Jepang plus bahasa tubuh, kok ini kartu pos ga bisa dirobek yah. Kok.. Kok.. Kok… Barulah gw sadar kalo that is the whole package kali Nien.

*tepok jidat*

Untung cuma beli sebiji. ya mahal juga lah nien kalo jajan kartu pos doang

Di sisi lain, ini membuktikan kreatifnya orang Jepang ye!

Dengan kaitkata

Kartupos Tazawako

Dari toko suvenir di danau Tazawa, prefektur Akita, Jepang. Murah dan bagus! Hanya 430 yen isinya 12 buah dan rupanya ga ada di toko suvenir lain. Sedikit menyesal ga beli banyak hehehe.

IMG_3647.PNG

Dengan kaitkata

Omiyage

Oleh-oleh senpai dari Jepang walau sebenarnya yang diharapkan adalah Sakurai Sho muahahahaha. Arigatou gozaimasu~

20140703-221359-80039323.jpg

20140703-221401-80041241.jpg

20140703-221357-80037489.jpg

20140703-221358-80038402.jpg

20140703-221400-80040286.jpg

Dengan kaitkata

Terlupakan :(

20140429-225058.jpg

Hidup itu berputar bagai roda, kadang di atas, kadang di bawah. Begitu pula dengan semangat, dalam konteks ini semangat gw menulis kartu pos.

Sejak lebaran dan tiba-tiba kiriman surat dan kartu pos ke rumah gw kacau, semangat mulai melempem. Gw pun mulai vakum postcrossing. Kotak pos yang tiap hari dicek menjadi terbengkalai. Sehari menjadi sepekan. Sepekan menjadi dua pekan. Dan berbulan-bulan terabaikan.

Godaan digital kembali mewarnai hidup.

Sampai barusan pulang ke rumah dan melihat beberapa kartu pos tergeletak.

Oh. Tanti dari Swedia! Tanti yang sebelumnya bertukar surat dari Sukabumi, kadang Jogja. Sekarang si neng sedang mewujudkan mimpi-mimpinya. Dan kartu pos ini dicap tanggal 29 Januari 2014. Berbulan-bulan lalu.

Ups. Maaf Tanti karena gw melupakan kotak pos. Sejak vakum dari postcrossing dan dipastikan tidak menerima kartu pos lagi sebelum gw kembali aktif, kotak pos memang jadi pajangan di pagar.

Tapi gw lupa kalau masih ada penpal-penpal yang setia memberi kabar dan sepertinya bingung kenapa gw seakan ditelan bumi :(

20140429-225109.jpg

20140429-225116.jpg

20140429-225123.jpg

Dua kartu pos di atas dikirim oleh penpal setia dari Jerman, Matthias, yang kerap menghubungi lewat email untuk sekadar pamer foto salju atau banjir di dekat rumahnya.

*terharu*

Sepertinya dalam waktu yang tidak lama lagi gw akan kembali berdekatan dengan kantor pos, semoga bisa kembali menumbuhkan semangat tulis menulis (pakai kertas dan pulpen) lagi serta membalas kartu pos dari kawan-kawan di luar. Semoga!

Dengan kaitkata ,