Siem Reap, Kamboja

20140406-122956.jpg

Heyho!
Gw mampir sekejap ke Siem Reap, Kamboja dan menemukan banyaaaak kartu pos menarik. Sayangnya dijual dengan dolar AS. Mengingat di Jakarta butuh cucuran peluh dan penat yang luar biasa demi mengais lembaran tebal rupiah yang pada akhirnya hanya berwujud satu-dua lembar dolar AS, gw memutuskan untuk tidak kalap.

Kartu pos ini gw beli di Night Market yang awalnya mematok harga 1 USD per lembar.

“SEBELAS REBU BUAT SELEMBAR KARTU POS KUALITAS MIRIP SAMA KARTU POS JADUL DI GRAMED?” gw berkata dalam hati.

Saat itu pukul 23.00, penjual sudah lelah dan bete. Dia akhirnya mau melepas seharga 1 USD untuk dua lembar. Sebenarnya menurut gw itu juga masih kemahalan, tapi ya sudahlah karena kami buru-buru hajar aja. Beli juga cuma dua biji. Nyehehhe.

Gampang banget cari kartu pos di Siem Reap karena ada di berbagai toko, termasuk mini market sekitar. Di Mini Market lebih kece namun harganya pun kece. Sedolar selembar tapi sebanding sama kualitas. Berhubung gw berusaha ngiriiit jadi cukup dilihat-lihat saja.

Di Angkor Wat juga ada anak-anak jual kartu pos tapi maksa. Biasanya mereka gangguin turis asing non Asia yang mukanya bete banget karena bener-bener ditempelin dan dipaksa-paksa. Tadinya gw hanya ngeliatin sebagai penonton (lagi ngaso di dalem candi). Setelah si target benar-benar menolak, anak kecil itu mengalihkan pandangan dan bersirobok dengan mataku. Auw!

Langsung deh: “One dollar… One dollar.. Ten postcard one dollar..”

Tergoda sih. Tapi tapi low quality gitu. One dollar bisa buat beli air minum 1,5 liter dan Siem Reap panasnya luar binasa. One dollar bisa buat makan. One dollar bisa untuk…
Ya intinya mah kere.

“No” kami menolak. Masih bersikap manis.

“Aaahhhh… Please please one dollar… Beli dong… Beli dong… Beeeellliiiiiiii”

*mulai gengges*
*cuekin*

“Beliii!!”
“Bokek, dek!”
“Beliiii!”
“Kita udah beli kartu pos,” timpal Tisha, temen yang duduk di sebelah gw.

“Tapi lo belum beli dari gw!” Kata si anak kecil.

Hadeh.

“One dollar pleaseee.”
“Bokek. “
“Boong! Gw tau di tas lo ada duit!” kata si bocah sambil nunjuk-nunjuk ransel gw.

Ya sudah. Diemin aja. Udah sering baca modus pemaksaan kaya gini jadinya cuekin aja. Lagian jualnya pake dolar, kan sakit hati bawaannya ngitung kurs rupiah.

Akhirnya dia menyerah dan berlalu. Kemudian ibunya datang dan marahin dia karena gagal memaksa. Ya ampun.

Dan gw berhasil mengabadikan si anak penjual kartu pos dengan candid pas dia lagi maksa ngasong-ngasongin keranjangnya. Setelah dilihat-lihat penampilannya memang bikin hati meringis. Tapi yahhh… Sebagai warga Jakarta yang sudah melihat pengemis pulang “kerja” dijemput anaknya naik motor atau nenek ngemis sambi ngerokok dan ngitung lembaran lima puluh rebuan gw jadi agak mati rasa.

20140406-123011.jpg

20140406-124940.jpg

Dengan kaitkata

Oleh-oleh Thailand

nIMG_4233

IMG_4230

IMG_4231

IMG_4232

Ini kartu pos yang dijual di Chatuchak Market, Bangkok, Thailand. Hanya ada saat akhir pekan. Prinsipnya tentu semua yang dijual di pasar akan lebih murah dari bandara atau toko-toko dalam mal. Di Chatuchak, satu kartu pos dijual seharga 10 baht (1 baht = 350 rupiah), kalau beli 100 baht dapat 12. Promosinya sih begitu. Nahhhh kalau beli di mal atau bandara, harganya bisa naik 50-100 persen. Jadi, kalau memang mau belanja banyak, sila cari di toko-toko pinggiran yo!

Dengan kaitkata ,

Kartu pos vintage Siem Reap

Tak kuasa membeli dengan dolar, ku hanya melihat sambil berfoto sampai sang penjaga mengadu pada bos, “they take photos…”

Gw pun melipir pergi dari Pub Street, Siem Reap.

20140321-003428.jpg

20140321-003438.jpg

20140321-003448.jpg

Dengan kaitkata , ,

Puzzletter dari Kanada

Pertama kali gw melihat puzzletter adalah ketika Vokalis FT Island dan Fuji Mina bertemu di episode awal variety show We Got Married. Mereka bertukar pesan lewat puzzle yang di bagian belakangnya ditulisi surat.

Daaaan rupanya Snaimailfan dari Kanada berbaik hati mengirimi puzzletter pertama. Dia menanyakan kabar karena memang gw sudah lamaaaaaaaa banget gak kirim surat karena satu dan lain hal. Baiklah, motivasi mulai bangkit lagi semoga bulan depan hobi ini dapat digenjot kembali.

Thanks, Snailmail!

20140317-081659.jpg

20140317-081713.jpg

20140317-081721.jpg

20140317-081738.jpg

Dengan kaitkata ,

Mengirim Kartu Pos Ke Luar Negeri

nanien:

Semoga bisa membantu para newbie ya :D

Originally posted on denissapostcard:

posnesia GA1

Halo! Artikel ini saya buat untuk membantu postcrosser yang baru bergabung dengan dunia postcrossing .Mengirim kartu pos keluar negeri itu sama sekali gak sulit. Pertama kamu harus tau, mau kirim kartu pos ke Negara mana karena berdasarkan surat resmi dari pos Indonesia, tarif nya memang berbeda beda untuk tiap benua. Tapi karena saya postcrosser bandel, mulai 2013 ini saya pukul rata aja 5ribu ke semua negara hehe.. :D

Ada dua cara untuk mengirim kartu pos ke luar negeri  yaitu;

1)  Pakai perangko yang dijual di kantor pos dengan nominal tertentu .

postdenkartu

Caranya; Siapkan kartu pos yang sudah ditulis alamat lengkap siap kirim dan langsung ke kasirnya untuk beli perangko. Jumlah perangkonya sudah pernah saya bahas di sini. Setelah itu tempel perangko dan titip di kasir posnya langsung. Kalau udah punya perangko dan memang sudah menempelkanya di rumah tinggal masukkan saja ke kotak pos, tapi kotak posnya yang ada di…

View original 306 more words