Penpal dari jerman, Opa Matt, menawarkan kartu dengan cap pos 11.11.11. Memang murahan, gw mau aja lah, gratis inih. Ternyata gak kalah sama kartu pos 11.11.11 Sekal1 Seumur H1dup versi Pos Indonesia :p
Dikirim dari Belgia, pengirimnya orang Rusia. Terima kasih Olya yang sudah memilihkan kartu unik, berwarna-warni, berbentuk aneh, dan lucu! Terharu banget akhirnya ada pengirim yang memilihkan kartu sesuai dengan preferensi si penerima ♣


Waktu SMP gw adalah aktivis Pramuka. Sekolah gw itu memang menonjolkan Pramuka sebagai ekstrakurikuler unggulan. Pokoknya Pramuka 49 eksissss. Banyak acara menyenangkan saat itu yang berhubungan dengan Pramuka, termasuk pameran dari Museum Pos Indonesia. Di sekolah, berjejer meja bazar yang menjual benda pos, termasuk perangko. Ternyata seragam Pramuka Paraguay mirip seperti di Indonesia ya! Hanya berbeda warnanya saja. Gw membeli perangko ini dengan harga delapan ribu rupiah. Cukup mahal untuk ukuran tahun 2004. Seharga dengan empat mangkok soto di kantin sekolah (2.500 udah mewah banget pake ayam dan baso abal-abal).
Jadi inget kenapa waktu SMP gw kurus (bahkan saat itu udah dinilai chubby). Itu karena tidak ada makanan berlemak di kantin SMP!
Nah, hanya itu menu di SMP gw. Tak ada lemak, bukan? Apalagi pelajaran olahraga yang benar-benar menuntut siswanya untuk berlari di sepanjang jalan raya bogor. Gw dulu lari gila-gilaan sampe bibir rada biru saking capeknya. Tapi beneran jadi kurus
Adalah judul film yang hits banget waktu gw SMP-SMA. Kalo gak salah sih kelas 3 SMP. Gara-gara Samuel Rizal, nampaknya imej pebasket mulai digila-gilai ABG pada saat itu (walau gw lebih suka yang geek dari dulu). Kalo dipikir-pikir lagi sekarang sih ada beberapa lubang dalam plot yang membuat gw bingung sama ceritanya. Yaaah… kalo dulu sih ikut mainstream aja lah yeee. Maklum masih labil, anak SMP gitu looookh *dahak*
Film ini membawa sebuah kenangan yang sangat memalukan. Masa-masa ABG labil yang mencari jati diri dan baru merasakan banyak hal untuk pertama kalinya. Kalau bisa kembali ke masa lalu, gw akan menonton ke studio sebelah yang lagi memutar film Harry Potter (I still remember it clearly).

Siapa yang bisa motoin Monas di malam hari dengan apik? Kalo bagus bisa jadi saingan Eiffel dong!