Arsip Bulanan: Februari 2012

Lady in Lilac Hat, Russia

Suka banget sama kartu pos Rusia yang satu ini. Gambar perempuan Eropa dalam balutan pakaian jaman Majapahit masih berjaya. Jadul. Setuju gak kalo Lady in Lilac Hat ini mirip sama Rose di film Titanic?

Sangat terharu membaca pesan dari si pengirim yang menyiratkan bahwa dia tidak memilih kartu dengan sembarangan (misalnya ngambil secara acak pake kaki sambil merem) demi memenuhi wishlist gw  YoYo & CiCi emoticon

Ayo para seniman Indonesia, bikin dong gambar-gambar kaya Lady Lilac Hat ini (yang topinya pas banget dipake di Indonesia untuk melindungi diri dari sinar matahari yang menyengat). Potret-potret manusia Indonesia jaman dulu dengan pakaian tradisional gak akan kalah keren dari potret Tante-tante Eropa. Kan seru kalau ada kartu pos edisi Hayam Wuruk, Diah Pitaloka, Nyai Roro Kidul…

Dengan kaitkata ,

Phi Phi Island Membuat Pipi Merona

Dapat surat cinta oleh-oleh kartu pos Phi Phi Island dari Dimas sang bocah petualang/ kolega radio kampus. Seru juga sih karena gw sama Dimas lebih sering ketemu online ketimbang offline.  Judul postingan ini rada berbau gosip ya? Tapi bener kok pipiku selalu merona setiap menemukan ada surat/kartu pos di kotak pos. YoYo & CiCi emoticon

Terkejut adalah ketika Dimas ngasihtau kalo dia ngirim kartu pos yang anonim. Loh, emang dia lagi main kemana? Begitu ngintip blognya gw pun garuk-garuk tanah karena pengen ikut main ke Thailand-Kamboja. Eh, tapi seneng kok dikasih oleh-oleh :D

Perangko 15 baht (sekitar 5rebu perak) mahal juga yak, Dim! Soalnya kalo ke Asia Tenggara mentok gw cuma nempelin perangko 2.500 perak. Logikanya sih kalo ngitung dari jarak tempuh, kartu pos yang kita kirim ke sesama negara Asia seharusnya sampai lebih cepat. Eh, sejauh ini rekor tercepat saat gw ngirim kartu pos (dengan perangko standar) adalah 7 hari ke Belanda. Proses pengiriman kartu pos ke seluruh dunia masih misteri besar buat gw. Duh, kapan nih ada yang mo ngajak gw jalan gratisan liat cara kerja pengiriman benda pos dari Indonesia ke luar negeri.

Ngomong-ngomong, tulisan tangan Dimas ini khas Indonesia banget. Lebih tepatnya, khas mahasiswa kalo lagi mepet ngerjain ujian tulis karena dikejar deadline. Atau gw aja yang sok tahu.

Next time bisa juga tempelin tiket pesawat di kartu pos jika kau tiba-tiba merasa kesepian jadi solo traveler *kedip-kedip genit*

ขอขอบคุณคุณ, Dimas  YoYo & CiCi emoticon

Dengan kaitkata , ,

Kartu Pos Khas Manado

Oleh-oleh dari seorang kawan yang trip gratis ke Manado demi mencari jodoh dari klan Ciputra. Hihihi. Si Anggi ini mulai debut liputan ke luar Jakarta dan liburan gratis ke Manado – Makassar untuk meliput berita. Sebagai teman yang baik, gw selalu meneror mengingatkan agar ia membelikan kartu pos. Dan ini dia oleh-oleh dari Manado!

1. Kuala Jengki. Lucu ya namanya! Pas gugling gw menemukan beberapa foto pemandangan matahari terbenam yang romantis di Kuala Jengki. Aiiiih pengen deh kesana :)

2. Pulau Intata. Mengingatkan gw pada warna laut di sekitar Pulau Perak di Kepulauan Seribu (maklum selama ini baru mampir ke Pulau Perak dan Pulau Pramuka). Ada permukaan dangkal di tengah laut gitu, warna lautnya bervariasi dari biru tua(dalam) ke hijau muda (dangkal). Jadi inget waktu keasikan snorkeling di tengah laut (dangkal), gw hampir terjerumus nyebur ke laut dalam kalo gak dipanggil-panggil sama temen. Brrrrr.

3. Danau Linow. Buat orang yang sering terkentut-kentut dan dibully oleh sekitarnya karena itu, lebih baik bermain ke Danau Linow yang kadar belerangnya tinggi. Jikalau buang angin di sana takkan ada yang sadar :p

4. Monyet Hantu/balao cengke/Tikus Jongkok alias Tarsius Tarsier. Pengen liat langsung binatang ini! Matanya besar sekali (jadi merasa akrab) dan ia tak bisa berjalan di tanah (cuma bisa loncat!). Kerjaannya loncat-loncat dari pohon ke pohon, bahkan tidur dan beranak pun tetep setia di pohon. Hmm. Kalo kasus gw, mungkin pohon itu laptop dan internet….

Wah, lumayan juga gw belajar banyak hal dari google kartu pos. Rasanya ingin ke Manado untuk sarapan bubur Manado. Terima kasih ya Anggi untuk oleh-olehnya :D

Dengan kaitkata ,

Boy and Crow. Poika ja Varis.

Dikirim dari Estonia tanggal 22 Juli 2011.

Boy and Crow. Poika ja Varis.

Dengan kaitkata ,

Judi: The Penguin Knitting Book

Dalam sebulan biasanya gw hanya menerima kartu pos empat kali. Rada ngarep aja gitu kalo tiap malem keluar rumah cuma buat ngecek kotak pos (tidak transparan, jadi harus buka kunci). Lebih make sense ngecek seminggu sekali aja ya, tapi takut keujanan/dimakan rayap… Malam ini kembali iseng membuka kotak pos tanpa berharap muluk-muluk. Eh! Pucuk dicinta ulam pun tiba. Ada satu lembar kartu tergeletak. Yeaaay.

Kartu dengan gambar cover buku ini hasil berjudi di forum lottery Postcrossing. Ngeliat kartunya jadi tergerak hasrat buat beli bukunya deh. Emang pas gitu ya perpaduan warna biru dan kuning (kaya lambang RTC UI FM). Tapi gw sama sekali belum pernah melihat alat dan bahan untuk merajut. Mentok-mentok cuma liat adegan merajut di dorama-dorama Jepang saat para cewe mau ngasi kado di hari natal doang. Hmm. Oh iye! Kita hidup di negara tropis sih, bahan wol malah menyiksa diri sendiri (kecuali kalo hidupnya di puncak gunung Bromo). Ya sudahlah tak usah belajar merajut selama Jakarta masih panas *pembenaran*

Dengan kaitkata ,