Perangko Pramuka Paraguay

Waktu SMP gw adalah aktivis Pramuka. Sekolah gw itu memang menonjolkan Pramuka sebagai ekstrakurikuler unggulan. Pokoknya Pramuka 49 eksissss. Banyak acara menyenangkan saat itu yang berhubungan dengan Pramuka, termasuk pameran dari Museum Pos Indonesia. Di sekolah, berjejer meja bazar yang menjual benda pos, termasuk perangko. Ternyata seragam Pramuka Paraguay mirip seperti di Indonesia ya! Hanya berbeda warnanya saja. Gw membeli perangko ini dengan harga delapan ribu rupiah. Cukup mahal untuk ukuran tahun 2004. Seharga dengan empat mangkok soto di kantin sekolah (2.500 udah mewah banget pake ayam dan baso abal-abal).

Jadi inget kenapa waktu SMP gw kurus (bahkan saat itu udah dinilai chubby). Itu karena tidak ada makanan berlemak di kantin SMP!

  1. Seporsi nasi goreng (porsinya dikit banget tapi buat gw dulu itu mengenyangkan). Gak terlalu enak sih, kebanyakan minyak, gak terlalu ada rasanya, dan cuma make seiprit sosis murah (gw jarang makan sosis mahal yang enak jadi sampe sekarang gak suka sosis. Di rumah juga gak pernah masak sosis). Pengalaman tak terlupakan adalah saat menggigit sesuatu yang keras: paku besar berkarat. Gw tidak pernah membelinya lagi sampai lulus sekolah.
  2. Mie. Bisa goreng, bisa rebus. Bisa bayangkan betapa sebentarnya waktu istirahat di SMP yang pelajarannya hanya berlangsung setengah hari? (Alhamdulillah jaman dulu masih punya banyak waktu untuk  bermain dan bernafas. Gak cuma belajar doang selama tiga tahun) Waktu yang ada tidak cukup untuk melayani gerombolan bocah lapar bila menunggu mie matang. Jadi? Semua mie keras. Cuma dicelupin… 20 detik? Tapi gak ada yang protes. Entah karena lapar, bodoh, atau merasa mie keras memang enak. Kalo gw sih diem aja karena tidak ada pilihan lain. Hiks.
  3. Somay. Enak sih tapi porsinya dikit.
  4. Nasi soto. Paling mewah dan enak. Mewahnya kaya gimana? Hmm pada dasarnya itu adalah nasi dengan kuah bening soto + toge + sejumput kecil daging ayam. Ditambah baso (yang rasa dagingnya tidak terasa, hanya ada rasa-rasa tepung kanji) bila kau mau membayar tambahan lima ratus perak. Bebas lemak. Tapi itu adalah menu favorit gw.
  5. Risol. Isinya sayuran.

Nah, hanya itu menu di SMP gw. Tak ada lemak, bukan? Apalagi pelajaran olahraga yang benar-benar menuntut siswanya untuk berlari di sepanjang jalan raya bogor. Gw dulu lari gila-gilaan sampe bibir rada biru saking capeknya. Tapi beneran jadi kurus 😉

Iklan
Dengan kaitkata ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: