Oleh-oleh dari Muscat, Oman

image

image

image

image

image

Oleh-oleh kartu pos dari Muscat, Oman (orang Arab bilangnya Mus-qot, bule bilang Masket).

Ini dibawain sama kakakku yang menetap di sana. Seneng sih dapat gratisan, tapi ini menguatkan diri bahwa yang gw prioritaskan bukan kartu posnya, melainkan proses surat-menyuratnya.

Jadi, salah juga kalo gw bilang ‘saya koleksi kartu pos, saya pecinta kartu pos’. Sebenarnya saya adalah pecinta lelaki tampan nan cerdas dunia akhirat serta banyak harta komunikasi lewat surat menyurat dan kartu pos.

Tempelan prangko, cap pos, dan isi tulisan dari si pengirim sungguhlah penting buat gw. Jadi, kalau mau ngasih oleh-oleh kartu pos, lebih menyenangkan kalau dikirim langsung dari daerah/negara tersebut ๐Ÿ˜€ *ih udah dikasih masih ngelunjak*

Dari lima kartu pos di atas, yang pernah gw sambangi cuma nomor tiga. Kalo gak salah namanya pelabuhan Mattrah. Dari Muscat ke Mattrah butuh waktu sekitar 30-60 menit (lupa, udah lama). Tidak ada macet ya karena sepi banget nget nget. Bayangin aja nyetir lima jam udah nyampe di negara lain (Uni Emirat Arab). Dibandingin Muscat, Mattrah lebih ramai. Banyak mobil dan orang-orang berseliweran.

Di bangunan yang putih-putih itu ada masjid dan pasar (souq). Begitu muka Indonesia masuk, para pedagang langsung menyapa,

“murah, murah,”

Berhubung gw rada parno karena sering disangka TKW, jadi pasang muka datar aja. Gak bawa duit sih, kalo liat-liat terus gak beli takut dilempar tahi onta.

Tapi turis Indonesia dan Malaysia biasanya sering dikasih diskon karena terkenal sebagai pembeli yang royal. Belanjaannya banyak gitu. Maklum, budaya asia timur, beli oleh-oleh banyak buat sanak saudara dan teman-teman.

Para ibu bersenang-senang melihat emas-emas. Di dalem souq ada kaos-kaos mure, kaos bola, perhiasan, pajangan, gamis, kerudung, minyak wangi, dsb lah.

Yang putih-putih melayang di atas laut itu burung camar. Oh, akhirnya gw melihat bentuk burung camar seperti apa. Biasanya orang-orang akan ngelemparin roti buat ngasih makan ke burung-burung itu. Yang bahaya adalah kalau mereka ngasih jackpot, banyak tahi burung berjatuhan begitu saja. Kan gak lucu udah ngasih makan malah dibales kena tahi dari udara.

Di sana juga minim pohon. Jadi sejauh mata memandang cuma ada gunung batu kaya gitu. Bikin rindu pohon mangga atau rambutan, karena mentok-mentok cuma lihat pohon kurma. Ada sih berbagai pepohonan dan bunga hiasan di jalanan, tapi itu artifisial. Tanamannya sih beneran, tapi di bawahnya ada selang-selang air yang otomatis menyirami itu tanaman biar gak mati di negara padang pasir. Beneran bikin lo di Indonesia harus bersyukur karena kalo iseng lempar biji cabe beberapa hari kemudian bisa tumbuh pohon ๐Ÿ˜€

Hal yang sulit dipraktekkan di negara padang pasir.

Iklan
Dengan kaitkata ,

2 thoughts on “Oleh-oleh dari Muscat, Oman

  1. ika berkata:

    suka mba sama tulisannya….
    aku lagi di Muscat dan bingung mau beli apa buat oleh2 ๐Ÿ™‚

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: