Category Archives: Penpal

Surat cinta dari pengajar muda



Setelah beberapa bulan mengabdi di Kalimantan Timur, teman saya yang menjadi pengajar muda akhirnya menepati janji untuk mengirim surat. 

Delitus (nama kesayangan Della) adalah pengajar muda ketiga yang berkorespondensi dengan saya selama mengajar di pelosok Indonesia. 

Terima kasih Del, jemari saya mulai gatal untuk menulis dengan pulpen dan kertas (kalau sehari-hari kan jempol yang gatal karena mengetik tanpa henti di layar handphone). 

Btw, wayang hanya properti dari oleh-oleh acara Twitter Indonesia. 

Iklan
Dengan kaitkata , , ,

Paket dari Gothenburg



Beberapa pekan lalu, editor saya terbang ke Swedia. Kerja ceritanya. Beberapa hari kemudian, email saya pada sang editor seputar kerjaan dibalas dengan “ada titipan dari teman kamu Tanti”. 

APAAAAH? Bahkan saya saja belum pernah bertemu langsung dengan Tanti, komunikasinya sebatas surat dan komentar blog, mulai dari dese di Jawa Barat, Jawa Tengah, sampe Eropa. 

Beberapa pekan berlalu, saya yang jarang ke kantor akhirnya menjejakkan kaki lagi ke tengah Jakarta. Kebetulan, sang editor kirim chat, “kapan mau ambil titipan?”. 

“Sekarang saya di kantor, ayo pak datang!”

Sang editor datang beserta sekotak kecil bungkusan hijau bermotif bunga biru. Beberapa menit berlalu, dia bolak-balik.

“Apa?” tanya dia.

“Apa?” jawab saya.

“Isinya apa? Saya penasaran.”

“Oh. Nggak tahu. Saya mau buka di rumah aja.”

*editor pasang ekspresi ingin mencekik*

Aiiih, cemilan endessss dan coretan pesan yang sangat diaamiinkan. Nuhun, Tanti 🙂

Dengan kaitkata

Terlupakan :(

20140429-225058.jpg

Hidup itu berputar bagai roda, kadang di atas, kadang di bawah. Begitu pula dengan semangat, dalam konteks ini semangat gw menulis kartu pos.

Sejak lebaran dan tiba-tiba kiriman surat dan kartu pos ke rumah gw kacau, semangat mulai melempem. Gw pun mulai vakum postcrossing. Kotak pos yang tiap hari dicek menjadi terbengkalai. Sehari menjadi sepekan. Sepekan menjadi dua pekan. Dan berbulan-bulan terabaikan.

Godaan digital kembali mewarnai hidup.

Sampai barusan pulang ke rumah dan melihat beberapa kartu pos tergeletak.

Oh. Tanti dari Swedia! Tanti yang sebelumnya bertukar surat dari Sukabumi, kadang Jogja. Sekarang si neng sedang mewujudkan mimpi-mimpinya. Dan kartu pos ini dicap tanggal 29 Januari 2014. Berbulan-bulan lalu.

Ups. Maaf Tanti karena gw melupakan kotak pos. Sejak vakum dari postcrossing dan dipastikan tidak menerima kartu pos lagi sebelum gw kembali aktif, kotak pos memang jadi pajangan di pagar.

Tapi gw lupa kalau masih ada penpal-penpal yang setia memberi kabar dan sepertinya bingung kenapa gw seakan ditelan bumi 😦

20140429-225109.jpg

20140429-225116.jpg

20140429-225123.jpg

Dua kartu pos di atas dikirim oleh penpal setia dari Jerman, Matthias, yang kerap menghubungi lewat email untuk sekadar pamer foto salju atau banjir di dekat rumahnya.

*terharu*

Sepertinya dalam waktu yang tidak lama lagi gw akan kembali berdekatan dengan kantor pos, semoga bisa kembali menumbuhkan semangat tulis menulis (pakai kertas dan pulpen) lagi serta membalas kartu pos dari kawan-kawan di luar. Semoga!

Dengan kaitkata ,

Puzzletter dari Kanada

Pertama kali gw melihat puzzletter adalah ketika Vokalis FT Island dan Fuji Mina bertemu di episode awal variety show We Got Married. Mereka bertukar pesan lewat puzzle yang di bagian belakangnya ditulisi surat.

Daaaan rupanya Snaimailfan dari Kanada berbaik hati mengirimi puzzletter pertama. Dia menanyakan kabar karena memang gw sudah lamaaaaaaaa banget gak kirim surat karena satu dan lain hal. Baiklah, motivasi mulai bangkit lagi semoga bulan depan hobi ini dapat digenjot kembali.

Thanks, Snailmail!

20140317-081659.jpg

20140317-081713.jpg

20140317-081721.jpg

20140317-081738.jpg

Dengan kaitkata ,

Madagaskar

Oleh-oleh Matthias yang lagi jalan-jalan ke Afrika sama istrinya. Ikut dong om…

image

image

Dengan kaitkata ,